Menuju Jiwa Yang Tenang
26 Agustus 2010
Menuju Jiwa Yang Tenang
Assalaamu’alaikum Wr.Wb
Ini tulisan ke dua saya, semoga tidak bosen baca tulisan-tulisan saya.J
Menuju jiwa yang tenang.!!! Emm jadi ingat sama ayat Al Qur’an yang artinya Hai jiwa yang tenang.Kembalilah kepada Tuhamu dengan hati yang Rida lagi diridhaiNya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu. Dan masuklah ke dalam surgaKu" (QS Al-Fajr :27-30)
Penggalan ayat itu mengingatkan pada peristiwa seorang ayah yang telah berpulang ke rahmatulloh.dimana beliau meninggalkan 1 istri dan 3 orang anak serta 3 cucunya. Beliau pribadi yang hangat di keluarga dan para sahabatnya.maka tak ayal banyak sekali yang merasa kehilangannya.petuah serta candanya sangat membekas di hati keluarga dan para sahabatnya.
Semasa hidupnya beliau seorang pemimpin alias ketua mesjid Al-Muhajirin di daerah Depok. Perangainya sangat disegani oleh para sahabatnya,karena pemahaman ilmu agama yang cukup dalam.beliau juga tidak segan-segan mengganti para imam yang memang belum fasih dalam melafazkan bacaan Al-Qur’an.juga tidak toleransi bila ada yang kurang benar dalam hal tersebut,langsung seketika itu juga beliau menghampiri para imam yang memang jelas-jelas kurang fasih dalam bacaan Al-Qur’an nya.
Dalam keluarga beliau juga pribadi yang hangat,sehingga ketika beliau berada di tengah-tengah keluarga,mereka merasa nyaman dan damai.banyak petuah yang di berikannya,demi mencapai keluarga sakinah mawadah warohmah yang selalu di ridhoiNya. Serta candanya yang menjadi ciri khas beliau membuat keluarganya rindu akan sosok beliau yang begitu periang.
Di usianya yang sudah memasuki 60 tahun beliau menderita sakit. Sepulang dari sholat isya di mesjid, rasa sakit di erutnya di rasakan seperti tertusuk-tusuk,perih dan perih rasanya.ternyata sakit itu bukanlah hal yang biasa,hingga berhari-hari.wal hasil keluarga melarikannya ke Rumah Sakit Pemda Cibinong untuk di rawat.setelah di periksa,ternyata beliau menderita liver dan sudah stadium 4, alias sudah harus cuci darah. Dengan tenang dan sabarnya beliau hanya bisa berserah diri pada Alloh.tidak sempat tertolong oleh cuci darah itu, kondisinya semakin kritis, dan disinilah detik-detik sakaratul maut menjemput. Seperti sudah mengetahui ajalnya akan tiba, beliau tidak banyak berpesan dan berbicara, yang terucap hanya lantunan Ayat-ayat suci Al-Qur’an serta doa-doa yang dipanjatkannya. Sehari semalam beliau tanpa henti membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an .
2 jam sebelum meninggal beliau seperti melihat orang banyak telah datang melihat keadaannya, padahal di sana hanya keluarganya, 3 anaknya 1 istrinya dan 1 cucunya yang baru berusia 1 bulan. Mungkinkah itu para malaikat yang datang tuk menjemputnya?? Allohualam bissawab. detik demi detik sudah berlalu, hingga sampailah pada saat ajal itu menjemputnya. Tak ada keadaan yang aneh dari kondisi beliau yang telah terbujur di tempat tidurnya. Juga tak banyak yang di katakannya kecuali lafaz Laailaahailalloh yang terucap tanpa henti hingga ajal menjemputnya sampai lidahnya seperti tergigit karena lafaz Laailaahaillalloh.
Dari kisah ini lah kita dapat mengambil hikmah, betapa sangat sulit mencapai jiwa yang tenang seperti yang telah tergambarkan dalam surat QS Al-Fajr :27-30 tadi.
Perlu di ketahui bahwasanya jiwa yang tenang akan dapat kita raih dan surga kita dapati. Yaitu dengan perbanyak ibadah yang ikhlas kepada Alloh SWT. Karena hidup ini hanya sementara jangan sampai kita terperdaya oleh keindahan Dunia. Padahal semua keindahan di dunia ini tidak sebanding dengan keindahan yang ada di surga. Dan di sana/surga, adalah sebaik-baik tempat tinggal.
Alloh SWT sudah mengingatkah kita dalam Firmannya :
Demi Masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran, dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran(QS Al-Asr :1-3)
Pertanyaanpun muncul dengan adanya Firman Alloh SWT itu.
Sudahkah kita beribadah yang benar kepada AllohSWT?
Sudahkah kita beramal soleh?
Sudahkah kita salaing menasehati agar selalu ingat Alloh SWT?
Dan masi banyak lagi pertanyaan yang akan muncul darikondisi kita yang sekarang ini.
Maka untuk dapat mengerjakan apa yang Alloh perintahkan,kita juga harus selalu ingat hadist-hadist Nabi besar Muhammad SAW. Dimana Rosul pernah mengingatkan kita akan 5 perkara sebelum 5 perkara
1. “Pergunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu”.
2. “Pergunakan masa luangmu sebelum datang masa sibukmu”.
3. “Pergunakan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu”.
4. “Pergunakanlah waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu”.
5. “Pergunakan hidupmu sebelum datang matimu”.
Dalam hal ini banyak sekali yang telah kita lalaikan, bahkan ke 5 perkara itu sering kali kita abaikan. Padahal Alloh sudah menjanjikan surga kepada kita bila kita memahami ayat-ayat Alloh SWTdan hadist-hadist Nabi Muhammad SAW, kususnya dalam 5 perkara itu.
Inilah sebagian cara untuk menuju jiwa yang tenang, agar dalam akhir hayat kita nanti akan mendapatkan khusnul khotimah, yang tidak pernah lepas dari bibir yang selalu menyebut nama Alloh SWT, hati yang selalu ingat pada Alloh SWT. Seperti yang sudah saya ceritakan kisah seorang ayah yang menerima ajalnya dalam keadaan bibir mengucap,lidah terpjepit dan hati mengingat Alloh SWT. Semoga amal ibadah Almarhum di terima di sisiNya,dan memasuki surgaNya seprti yang telah di janjikanNya. Dalam QS Al-Fajr : 27-30.
Tidak lupa juga untuk saya dan para pembaca sekalian semoga Alloh masi memberikan kita kesempatan Usia,waktu luang,sehat,harta dan hidup ini untuk beribadah. Agar kita juga menjadi manusia yang mulia dihadapan Alloh SWT, serta menjadi jiwa – jiwa yang tenang saat sakarotul maut menjemput.amin
Wassalaamu’alaikum Wr.Wb
