Menuju Jiwa Yang Tenang

 


Menuju Jiwa Yang Tenang


 


 


Assalaamu’alaikum Wr.Wb


Ini tulisan ke dua saya, semoga tidak bosen baca tulisan-tulisan saya.J


 


Menuju jiwa yang tenang.!!! Emm jadi ingat sama ayat Al Qur’an yang artinya Hai jiwa yang tenang.Kembalilah kepada Tuhamu dengan hati yang Rida lagi diridhaiNya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu. Dan masuklah ke dalam surgaKu" (QS Al-Fajr :27-30)


Penggalan ayat itu mengingatkan pada peristiwa seorang ayah yang telah berpulang ke rahmatulloh.dimana beliau meninggalkan 1 istri dan 3 orang anak serta 3 cucunya. Beliau pribadi yang hangat di keluarga dan para sahabatnya.maka tak ayal banyak sekali yang merasa kehilangannya.petuah serta candanya sangat membekas di hati keluarga dan para sahabatnya.


 


Semasa hidupnya beliau seorang pemimpin alias ketua mesjid Al-Muhajirin di daerah Depok. Perangainya sangat disegani oleh para sahabatnya,karena pemahaman ilmu agama yang cukup dalam.beliau juga tidak segan-segan mengganti para imam yang memang belum fasih dalam melafazkan bacaan Al-Qur’an.juga tidak toleransi bila ada yang kurang benar dalam hal tersebut,langsung seketika itu juga beliau menghampiri para imam yang memang jelas-jelas kurang fasih dalam bacaan Al-Qur’an nya.


Dalam keluarga beliau juga pribadi yang hangat,sehingga ketika beliau berada di tengah-tengah keluarga,mereka merasa nyaman dan damai.banyak petuah yang di berikannya,demi mencapai keluarga sakinah mawadah warohmah yang selalu di ridhoiNya. Serta candanya yang menjadi ciri khas beliau membuat keluarganya rindu akan sosok beliau yang begitu periang.


 


Di usianya yang sudah memasuki 60 tahun beliau menderita sakit. Sepulang dari sholat isya di mesjid, rasa sakit di erutnya di rasakan seperti tertusuk-tusuk,perih dan perih rasanya.ternyata sakit itu bukanlah hal yang biasa,hingga berhari-hari.wal hasil keluarga melarikannya ke Rumah Sakit Pemda Cibinong untuk di rawat.setelah di periksa,ternyata beliau menderita liver dan sudah stadium 4, alias sudah harus cuci darah. Dengan tenang dan sabarnya beliau hanya bisa berserah diri pada Alloh.tidak sempat tertolong oleh cuci darah itu, kondisinya semakin kritis, dan disinilah detik-detik  sakaratul maut menjemput. Seperti sudah mengetahui ajalnya akan tiba, beliau tidak banyak berpesan dan berbicara,  yang terucap hanya lantunan Ayat-ayat suci Al-Qur’an serta doa-doa yang dipanjatkannya. Sehari semalam beliau tanpa henti membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an .


2 jam sebelum meninggal beliau seperti melihat orang banyak telah datang melihat keadaannya, padahal di sana hanya keluarganya, 3 anaknya 1 istrinya dan 1 cucunya yang baru berusia 1 bulan. Mungkinkah itu para malaikat yang datang tuk menjemputnya?? Allohualam bissawab. detik demi detik sudah berlalu, hingga sampailah pada saat ajal itu menjemputnya. Tak ada keadaan yang aneh dari kondisi beliau yang telah terbujur di tempat tidurnya. Juga tak banyak yang di katakannya kecuali lafaz Laailaahailalloh yang terucap tanpa henti hingga ajal menjemputnya sampai lidahnya seperti tergigit karena lafaz Laailaahaillalloh.


 


Dari kisah ini lah kita dapat mengambil hikmah, betapa sangat sulit mencapai jiwa yang tenang seperti yang telah tergambarkan dalam surat QS Al-Fajr :27-30 tadi.


 


Perlu di ketahui bahwasanya jiwa yang tenang akan dapat kita raih dan surga kita dapati. Yaitu dengan perbanyak ibadah yang ikhlas kepada Alloh SWT. Karena hidup ini hanya sementara jangan sampai kita terperdaya oleh keindahan Dunia. Padahal semua keindahan di dunia ini tidak sebanding dengan keindahan yang ada di surga. Dan di sana/surga, adalah sebaik-baik tempat tinggal.


Alloh SWT sudah mengingatkah kita dalam Firmannya :


 


Demi Masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran, dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran(QS Al-Asr :1-3)


 


Pertanyaanpun muncul dengan adanya Firman Alloh SWT itu.


Sudahkah kita beribadah yang benar kepada AllohSWT?


Sudahkah kita beramal soleh?


Sudahkah kita salaing menasehati agar selalu ingat Alloh SWT?


Dan masi banyak lagi pertanyaan yang akan muncul darikondisi kita yang sekarang ini.


 


Maka untuk dapat mengerjakan apa yang Alloh perintahkan,kita juga harus selalu ingat hadist-hadist Nabi besar Muhammad SAW. Dimana Rosul pernah mengingatkan kita akan 5 perkara sebelum 5 perkara


1.        “Pergunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu”.


2.      “Pergunakan masa luangmu sebelum datang masa sibukmu”.


3.      “Pergunakan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu”.


4.      “Pergunakanlah waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu”.


5.      “Pergunakan hidupmu sebelum datang matimu”.


 


Dalam hal ini banyak sekali yang telah kita lalaikan, bahkan ke 5 perkara itu sering kali kita abaikan. Padahal Alloh sudah menjanjikan surga kepada kita bila kita memahami ayat-ayat Alloh SWTdan hadist-hadist Nabi Muhammad SAW, kususnya dalam 5 perkara itu.


 


Inilah sebagian cara untuk menuju jiwa yang tenang, agar dalam akhir hayat kita nanti akan mendapatkan khusnul khotimah, yang tidak pernah lepas dari bibir yang selalu menyebut nama Alloh SWT, hati yang selalu ingat pada Alloh SWT. Seperti yang sudah saya ceritakan kisah seorang ayah yang menerima ajalnya dalam keadaan bibir mengucap,lidah terpjepit dan hati mengingat Alloh SWT. Semoga amal ibadah Almarhum di terima di sisiNya,dan memasuki surgaNya seprti yang telah di janjikanNya. Dalam QS Al-Fajr : 27-30.


 


Tidak lupa juga untuk saya dan para pembaca sekalian semoga Alloh masi memberikan kita kesempatan Usia,waktu luang,sehat,harta dan hidup ini untuk beribadah. Agar kita juga menjadi manusia yang mulia dihadapan Alloh SWT, serta menjadi jiwa – jiwa yang tenang saat sakarotul maut menjemput.amin


 


 


Wassalaamu’alaikum Wr.Wb

Posted in Cerpen. 2 Comment »


4 Istri yang tersayang, 1 yang terlupakan

4 istri yang disayang, 1 yang di lupakan :


 


Assalaamu’alaikum Wr.Wb.


apa ya yang di maksud dari judul di atas? Emm kalo bicara istri paling juga masalah Poligami, capek deh…J, uppsst nanti dulu kalo yang ini lain soal, sebab ini bukan membicarakan Poligami ato Poliponik(HandPhone kalee).. ini adalah sebuah renungan yang mungkin berharga bagi kita semua,temasuk saya. mo tau berapa harganya?? Alahhh kaya beli cabe kriting aja. J ga usah banyak basa basi lagi langsung aja kita menuju kisah renungan yang dapat membawa  kepada alam bawah sadar kita dan dapat merubah kita menjadi insan muslim yang istiqomah dalam beribadah kepada Alloh SWT. Insya Alloh amin.


 


Adapun 4 istri yang di tersayang, disini adalah :


 


1) Tubuh.


Betapa kita sangat menyayangi tubuh ini,hingga sangat mahal sekali dalam biaya perawatannya,. Mulai dari suplemen kesehatan sampai Operasi Plastik. Mulai dari ribuan sampai ratusan Juta rupiah. Sampai juga pada tahap asuransi jiwa.malah ada yg asuransikan hidungnya loh.. hehehe sebagus apa sih tuh hidungnya?? Jadi teringat Pinokio neh.. Emmm apa tidak ada yang berfikir asuransi dari Alloh ya??? Saking sayangnya tuh J


 


2) Harta


Dalam hal ini harta Termasuk kedalam 4 istri yang tersayang dengan urutan ke 2 loh. Betapa tidak,karena harta ini kebanyakan manusia takut miskin.dan tidak jarang pula banyak manusia yang berlomba-lomba menumpuk harta kekayaan yang nantinya bisa membuat dia bahagia serta menjadi warisan bagi keturunannya.dan ga sedikit manusia yang bekerja keras hanya mencari harta yang melimpah. Sampai-sampai kaki jadi kepala,dan kepala jadi kaki. (waduuhh kasian amat tuh sampe jungkirbalik J). Padahal harta bukanlah tolak ukur dalam menentukan suatu kebahagiaan. Saking sayangnya tuh. J


 


3) Tahta/Jabatan


untuk yang satu ini juga tidak kalah tesohornya dengan harta. Tahta/jabatan sudah menjadi sahabatnya harta, sebab keduanya hampir tidak dapat dipisahkan, terbukti dari perihal ini harta dan tahta masuk kedalam 4 istri yang tersayangi J. Sudah banyak contoh di kehidupan kita sehari-hari.betapa manusia sangat serakahnya hingga demi tahta/jabata sampai rela makan teman ato sodara sendiri.mereka saling gasak gesek gosok tuk mendapatkan tahta/jabatan yang diinginkannya. Sungguh teganya teganya teganya teganya… J ada juga Senior injak junior, atasan injak bawahan. Sampai – sampai lupa yang diinjak itu kotoran. J saking sayangnya tuh J afwan kiding terus.


 


4)  Keluarga


Sudah tidak di ragukan lagi kasih sayang yang kita berikan terhadap keluarga. Apapun  akan kita lakukan demi kuutuhan dan kebahagiaan keluarga. Bekerja cari nafkah untuk istri dan anak tercinta. Malah sampai khilaf, harta yang didapat adalah harta yang haram dan didapat dengan cara yang diharamkan pula. Bila ada uang lebih, kita belikan istri kita pakaian yang bagus nan mahal serta bermerk, sampai pada perhiasan tuk mempercantik penampilannya. padahal semua itu hanya penampilan luarnya saja. malah dapat mengundang mata-mata para penjahat yang haus akan harta, seperti pencopet ato garong. J. Begitu juga dengan anak yang kita sayangi. Sesegera mungking kita mencarinya demi kebutuhan anak kita. Mulai dari sekolahnya di tempat yang bagus nan mahal serta favorit., les bahasa inggeris diutamakan, les komputer di dahulukan dan les yang lainya, sampai les balet juga di turutin..(alaahh lebay amat neh penulisnya L).juga tidak ketinggalan video game ato biasa anak jaman sekarang mainnya Play Station(PS) juga di berikan. Terkadang kita lupa bahwa ada yang lebih utama dari semua itu, yaitu kualitas iman ato ibadah kepada Alloh.jarang sekali kita memperhatikan keluarga akan hal iman ato ibadah. Rumah kita mejadi gersang karena jarang sekali keluar dari lisan kita lafaz-lafaz Al-Qur’an. Dan kita tidak memperkenalkan kepada keluarga kita akan sosok idola yang sesungguhnya yang mebawa pada akhlak yang mulia yaitu suri tauladan kita Nabi Besar Muhamad SAW.serta kisah tauladan dari para Nabi dan sahabat-sahabat. Yang semuanya itu akan membawa dampak positif bagi keharmonisan keluarga. Singkatnya jadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah. 


    


5) Roh


Nah ini dia yang di sering lupakan. Kasian sekali istri kita yang 1 ini. Dia yang paling setia di antara yang 4 tadi. Coba bayangkan, istri pertama yang kita manjakan hanya akan ikut sampai ke liang lahat dan setelah itu membusuk di makan binatang tanah. Istri kedua juga tidak akan di bawa mati, padahal sudah mati matian kita mencarinya. Istri yang ketiga juga tidak setia,coba lihat setelah kita mati nanti apakah gelar tahta/jabatan itu akan ikut kita bawa juga??? Lihat saja di buku Yaasin, yang ditulis hanya Almarhum/almarhumah fulan bin fulan. Itu jabatan ato gelar tertinggi yang akan kita sandang. Istri yang ke empat setia pada kita, namun hanya sebatas sampai di liang lahat. Setelah itu mereka pulang lagi dan tidak menemani kita di alam kubur.


Ke 4 istri itu sering sekali kita banggakan dan sangat kita sayangi. Namun kita lupa terhadap istri yang 1 ini yaitu Roh. Dimana nanti yang akan masuk ke alam kubur dan di Tanya itu adalah Roh kita, yang nanti akan di tanya oleh malaikat di alam kuburpun Roh kita, serta nantinya penentuan dimasukkannya Roh ini ke dalam Surga ato Neraka adalah Roh.


 


Apakah kita sudah menyayangi Roh ini?


Apakah kita sudah memperhatikan Kebutuhannya?


Apakah Kita sudah mempersiapkannya?


 


itu adalah simbol dari cerminan sikap kita terhadap 5 hal tersebut.


Igatlah wahai sodaraku. Bahwa hidup di dunia ini hanya sementara, dan ingatlah akan tujuan  hidup kita, kampung halaman yang kekal abadi yaitu kehidupan akhirat.di mana kita akan hidup selama lamanya.


Bila ingin akhir dari hidup kita di akhirat adalah Surga, maka persiapkanlah dari sejak dini,berilah suplemen pada Roh ini,perhatikanlah kebutuhannya,sayangilah,serta persiapkanlah segala kebutuhannya, dengan cara perbanyak Amal Ibadah Kepada Alloh SWT. Tak akan ada yang menyelamatkan kita di akhirat selain diri kita sendiri. Alloh Maha Penyayang dan Maha Tahu, tiap aktifitas kita,mari perbaiki kualitas Iman & Taqwa serta Ibadah kita agar termasuk kedalam golongan orang yang soleh, yang akan menempati SurgaNya. Amin  


 


 


Akhir kata saya mohon maaf bila dalam penulisan ini terdapat banyak kekurangan, maka saya mohon kritik dan saran yang membangun agar dapat diperbaiki.


 


Wassalaamu’alaikum Wr.Wb


 


 


sumber: Ustadz komarudin Kholil

Posted in Cerpen. 5 Comment »