4 Istri Yang Tersayang, 1 Yang Terlupakan
25 Agustus 20104 istri yang disayang, 1 yang di lupakan :
Assalaamu’alaikum Wr.Wb.
apa ya yang di maksud dari judul di atas? Emm kalo bicara istri paling juga masalah Poligami, capek deh…J, uppsst nanti dulu kalo yang ini lain soal, sebab ini bukan membicarakan Poligami ato Poliponik(HandPhone kalee).. ini adalah sebuah renungan yang mungkin berharga bagi kita semua,temasuk saya. mo tau berapa harganya?? Alahhh kaya beli cabe kriting aja. J ga usah banyak basa basi lagi langsung aja kita menuju kisah renungan yang dapat membawa kepada alam bawah sadar kita dan dapat merubah kita menjadi insan muslim yang istiqomah dalam beribadah kepada Alloh SWT. Insya Alloh amin.
Adapun 4 istri yang di tersayang, disini adalah :
1) Tubuh.
Betapa kita sangat menyayangi tubuh ini,hingga sangat mahal sekali dalam biaya perawatannya,. Mulai dari suplemen kesehatan sampai Operasi Plastik. Mulai dari ribuan sampai ratusan Juta rupiah. Sampai juga pada tahap asuransi jiwa.malah ada yg asuransikan hidungnya loh.. hehehe sebagus apa sih tuh hidungnya?? Jadi teringat Pinokio neh.. Emmm apa tidak ada yang berfikir asuransi dari Alloh ya??? Saking sayangnya tuh J
2) Harta
Dalam hal ini harta Termasuk kedalam 4 istri yang tersayang dengan urutan ke 2 loh. Betapa tidak,karena harta ini kebanyakan manusia takut miskin.dan tidak jarang pula banyak manusia yang berlomba-lomba menumpuk harta kekayaan yang nantinya bisa membuat dia bahagia serta menjadi warisan bagi keturunannya.dan ga sedikit manusia yang bekerja keras hanya mencari harta yang melimpah. Sampai-sampai kaki jadi kepala,dan kepala jadi kaki. (waduuhh kasian amat tuh sampe jungkirbalik J). Padahal harta bukanlah tolak ukur dalam menentukan suatu kebahagiaan. Saking sayangnya tuh. J
3) Tahta/Jabatan
untuk yang satu ini juga tidak kalah tesohornya dengan harta. Tahta/jabatan sudah menjadi sahabatnya harta, sebab keduanya hampir tidak dapat dipisahkan, terbukti dari perihal ini harta dan tahta masuk kedalam 4 istri yang tersayangi J. Sudah banyak contoh di kehidupan kita sehari-hari.betapa manusia sangat serakahnya hingga demi tahta/jabata sampai rela makan teman ato sodara sendiri.mereka saling gasak gesek gosok tuk mendapatkan tahta/jabatan yang diinginkannya. Sungguh teganya teganya teganya teganya… J ada juga Senior injak junior, atasan injak bawahan. Sampai – sampai lupa yang diinjak itu kotoran. J saking sayangnya tuh J afwan kiding terus.
4) Keluarga
Sudah tidak di ragukan lagi kasih sayang yang kita berikan terhadap keluarga. Apapun akan kita lakukan demi kuutuhan dan kebahagiaan keluarga. Bekerja cari nafkah untuk istri dan anak tercinta. Malah sampai khilaf, harta yang didapat adalah harta yang haram dan didapat dengan cara yang diharamkan pula. Bila ada uang lebih, kita belikan istri kita pakaian yang bagus nan mahal serta bermerk, sampai pada perhiasan tuk mempercantik penampilannya. padahal semua itu hanya penampilan luarnya saja. malah dapat mengundang mata-mata para penjahat yang haus akan harta, seperti pencopet ato garong. J. Begitu juga dengan anak yang kita sayangi. Sesegera mungking kita mencarinya demi kebutuhan anak kita. Mulai dari sekolahnya di tempat yang bagus nan mahal serta favorit., les bahasa inggeris diutamakan, les komputer di dahulukan dan les yang lainya, sampai les balet juga di turutin..(alaahh lebay amat neh penulisnya L).juga tidak ketinggalan video game ato biasa anak jaman sekarang mainnya Play Station(PS) juga di berikan. Terkadang kita lupa bahwa ada yang lebih utama dari semua itu, yaitu kualitas iman ato ibadah kepada Alloh.jarang sekali kita memperhatikan keluarga akan hal iman ato ibadah. Rumah kita mejadi gersang karena jarang sekali keluar dari lisan kita lafaz-lafaz Al-Qur’an. Dan kita tidak memperkenalkan kepada keluarga kita akan sosok idola yang sesungguhnya yang mebawa pada akhlak yang mulia yaitu suri tauladan kita Nabi Besar Muhamad SAW.serta kisah tauladan dari para Nabi dan sahabat-sahabat. Yang semuanya itu akan membawa dampak positif bagi keharmonisan keluarga. Singkatnya jadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah.
5) Roh
Nah ini dia yang di sering lupakan. Kasian sekali istri kita yang 1 ini. Dia yang paling setia di antara yang 4 tadi. Coba bayangkan, istri pertama yang kita manjakan hanya akan ikut sampai ke liang lahat dan setelah itu membusuk di makan binatang tanah. Istri kedua juga tidak akan di bawa mati, padahal sudah mati matian kita mencarinya. Istri yang ketiga juga tidak setia,coba lihat setelah kita mati nanti apakah gelar tahta/jabatan itu akan ikut kita bawa juga??? Lihat saja di buku Yaasin, yang ditulis hanya Almarhum/almarhumah fulan bin fulan. Itu jabatan ato gelar tertinggi yang akan kita sandang. Istri yang ke empat setia pada kita, namun hanya sebatas sampai di liang lahat. Setelah itu mereka pulang lagi dan tidak menemani kita di alam kubur.
Ke 4 istri itu sering sekali kita banggakan dan sangat kita sayangi. Namun kita lupa terhadap istri yang 1 ini yaitu Roh. Dimana nanti yang akan masuk ke alam kubur dan di Tanya itu adalah Roh kita, yang nanti akan di tanya oleh malaikat di alam kuburpun Roh kita, serta nantinya penentuan dimasukkannya Roh ini ke dalam Surga ato Neraka adalah Roh.
Apakah kita sudah menyayangi Roh ini?
Apakah kita sudah memperhatikan Kebutuhannya?
Apakah Kita sudah mempersiapkannya?
itu adalah simbol dari cerminan sikap kita terhadap 5 hal tersebut.
Igatlah wahai sodaraku. Bahwa hidup di dunia ini hanya sementara, dan ingatlah akan tujuan hidup kita, kampung halaman yang kekal abadi yaitu kehidupan akhirat.di mana kita akan hidup selama lamanya.
Bila ingin akhir dari hidup kita di akhirat adalah Surga, maka persiapkanlah dari sejak dini,berilah suplemen pada Roh ini,perhatikanlah kebutuhannya,sayangilah,serta persiapkanlah segala kebutuhannya, dengan cara perbanyak Amal Ibadah Kepada Alloh SWT. Tak akan ada yang menyelamatkan kita di akhirat selain diri kita sendiri. Alloh Maha Penyayang dan Maha Tahu, tiap aktifitas kita,mari perbaiki kualitas Iman & Taqwa serta Ibadah kita agar termasuk kedalam golongan orang yang soleh, yang akan menempati SurgaNya. Amin
Akhir kata saya mohon maaf bila dalam penulisan ini terdapat banyak kekurangan, maka saya mohon kritik dan saran yang membangun agar dapat diperbaiki.
Wassalaamu’alaikum Wr.Wb
sumber: Ustadz komarudin Kholil
